Passionate on Entrepreneurship

By Ilham Rizki - June 05, 2017


Passion di Wirausahawan

Sekarang ini sedang banyak pengusaha baru terutama pembuat startup-startup di era digital dengan usaha digital juga. Padahal utamanya startup itu tidak harus selalu dibidang tekno, melainkan bayak lagi lainnya.

1. Memulai

Banyak juga diantara mereka yang sukses dan tak sedikit pula yang memilih tutup karena alasan biaya. Menurutku pribadi menjadi startup itu kita harus pintar-pintar melihat peluang. Untuk setahun pertama jangan pernah mengharapkan uang dan modal kembali.

Sering kali saya menemukan startup yang berfikir bahwa bisnisnya tidak bisa dilanjutkan karena modal masih belum kembali walaupun sudah mati-matian ditahun pertama. Dan itu salah besar, kita mungkin tak memandang kebawah dimana ada orang yang memperjuangkan bisnis mereka bertahun-tahun tanpa kembali modal dan mencari pelanggan. 

Kita harus konsisten pada apa yang kita mulai. Kita juga diuji seberapa tahan kita dalam mengalami kondisi dimana kita tidak maju sama sekali. Diposisi inilah kita dipaksa pintar-pintar mencari strategi bagaimana caranya kita harus bangkit, ingat tetap konsisten pada tujuan awal mengapa kita membangun startup.

2. Passion 

Nah, ketika kita sudah merambah ke dunia entrepreneurship harusnya kita membuat bisnis sesuai passion kita. Ini yang penting. Tak jarang juga banyak mereka yang banting stir membuat startup digital namun tak terlalu suka bidang tersebut. Ini salah besar. 

Ketika kita berkerja, kita harus menikmati pekerjaan itu seolah-olah kita tidak bekerja. Di kondisi inilah kita akan semangat untuk terus mengembangkan startup ini. Pikirkan matang-matang tujuan bisnis anda apa? Jangan pernah lalai, ingatlah untuk selalu konsisten apapun yang terjadi.

3. Leadership (Kepemimpinan)

Hal ini sudah marak sekali menjadi masalah. Terkadang banyak startup yang memiliki karyawan namun sering kali mereka tidak terlalu passionable dan akhirnya menimbulkan masalah. 

Bertengkar adalah hal yang wajar. Namun bertengkar dalam urusan pekerjaan bukanlah perkara yang mudah. Jika berkelanjutan malah membuat jadi down. Pastikan leader di startup adalah orang yang benar-benar passion dan humble.

Jika anda masih belum dapat menjadi orang yang humble namun tegas ada baiknya jangan rekrut karyawan terlebih dahulu. Perbaiki diri anda dan jadilah multi fungsi. Andalah yang mengurus semua aspek disana. 

Jadi, ketika ada karyawan baru, anda bisa menjelaskan secara rinci apa jobnya. Dia harus apa-apa. Pahami benar setiap aspek, jangan hanya memikirkan "saya pemimpin saya bisa segalanya". Namun jadilah startup yang berkeluarga, pangkat tak memengaruhi komunikasi dan semua dilakukan sebaik mugnkin dengan menghargai satu sama lain.

4. Marketing 

Startup dan Entrepreneur sering kali dikaitkan dengan funding(dibaca: modal). Entah kenapa banyak startup baru sering melihat keatas dan berkata, "Ah, dia udah besar dan pake modal yang besar, aku modal kecil gimana bisa bangkit.". Selalu modal-modal-modal.

Guys, modal itu bukan terus berkaitan dengan materi. Ya memang materi penting, tapi modal terbesar itu sebenernya diri sendiri. Misal, mau mulai startup tapi ga ada modal. Terus dirimu bisa berkarya kenapa ga di mulai dari hal kecil?

Mau promosi ga ada modal? Promosi aja mulut ke mulut. Dan masih banyak pertanyaan merendahkan Tuhan yang sudah menciptakan kita sesempurna ini. Ingat, apa yang Tuhan beri itu udah sangat-sangat sempurna. Lihatlah kebawah banyak orang yang ingin sepertimu, jangan selalu melihat ke atas.

Marketing adalah hal yang penting, namun bagaimana kita memanage pasar tergantung diri kita sendiri. Anda startup digital tidak melulu harus bayar iklan. Selalu manfaatkan apa yang ada, carilah peluang. Dan selalu beriktiar.


------------------
Sekian tulisan saya yang ditulis ketika selesai sahur. Semoga bermanfaat. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam tutur kata dan perbuatan.


Wassalamualaikum. Wr. Wb.
Pidator berkahir-

  • Share:

You Might Also Like

0 comments