Akhirnya, Kompetisi Pertama di Tahun 2019

By Ilham Rizki - July 08, 2019



Halo semua, setelah sekian lama tidak menulis apapun, kali ini ingin rasanya menulis lagi untuk menjadi torehan cerita untuk dikenang nanti hehe. Sesuai judul saya ingin sharing pengalaman saya selama mengikuti lomba BNCC Hackathon 2019 (15 - 16 Juni 2019). Mulai dari BNCC Hackathon 2019 diawali sebulan yang lalu tepatnya pada tanggal 8 Juni 2019 dimana itu adalah hari terakhir pendaftaran dan saya mengetahui event ini dari salah satu story TIA Indonesia dimana ada URL hackathon2019.bncc.net. Saya pun langsung memeriksa website tersebut dan baru mengetahui hari ini adalah terakhir pendaftaran. Saya awalnya tidak ada pikiran untuk mengikuti, namun disatu sisi saya tersadar tahun 2019 ini belum ada prestasi yang saya torehkan. Sejak awal tahun hingga saat itu saya fokus ke startup yang sedang saya kembangkan.

Dan akhirnya ada keretakan karena masalah internal. Lalu mulailah keinginan mengikuti hingga akhirnya saya melihat syarat dan ketentuannya. Karena saya melihat syarat harus ada 3 orang, lantas saya menghubungi orang yang pernah satu tim dengan saya, dan kebanyakan tidak dapat karena ditanggal tersebut belum pulang ke Yogyakarta dan sebagainya. Akhirnya saya ada kepikiran untuk menghubungi adik tingkat yang saya lihat ambis akan kompetisi, namun dia berkata masih tidak berani mengikuti Hackathon. Lalu karena saya masih ada keinginan saya hubungi adik tingkat lainnya yang kiranya pernah mengikuti lomba dan ada possibilities untuk mau bergabung dan akhirnya dia menerima tawaran saya (Mentari). Karena masih harus ada satu lagi, saya awalnya menghubungi orang yang kiranya akrab dengan saya, dan hal serupa harus saya dengar lagi bahwa ia belum pulang ke Yogyakarta untuk tanggal tersebut.

Disaat itu saya sudah pasrah bahwa 2 orang saja, tapi saya kepikiran ada satu teman sekelas yang saya tau dia suka hal baru, namun tidak ada background lomba, saya sempat berfikir dia tidak mau. Ternyata setelah saya langsung telfon diapun mau (Rajesh). Proses tadi berjalan hanya dalam 2 jam untuk mencari tim dan langsung saya daftarkan. Lanjutlah setelah itu kita membahas apa saja yang akan kita persiapkan untuk lomba tersebut dengan Case yang sudah disediakan. Ada yang melakukan riset secara Ide untuk dikembangkan dan UI, dan taulah pastilah saya bagian teknis.

Hingga tanggal 14 Juni 2019 sore kami akan berangkat ke Jakarta menggunakan bus beserta tim saya. Dan saya baru tau jika Mentari belum pernah ke Jakarta dan ibunya pun mengantarnya diterminal. Mungkin karena tidak percaya dengan tim saya ya(?). Singkat cerita kita sampailah dihari H. Saat itu kompetisi ini dilaksanakan di kantor GOJEK HQ. Melihat muka-muka pesaing yang kebanyakan chineese cukup membuat saya minder apalagi disaat itu API untuk Pesawat yang saya miliki hanya dari tiket.com. Dari instansi lain diperlukan pembayaran dan lain-lain, sempat kami membayar namun ternyata tidak ada API disediakan didashboardnya :)

Singkat cerita kami developing aplikasi, ya saya full diteknis termasuk membuat UI karena UI yang ada tidak berguna karena Rajesh tidak bisa slicing. Sedangkan saya harus mengurus backend dan detail sistemnya. Akhirnya Rajesh dan Mentari fokus membuat Presentasi dan saya sendiri mengerjakan semua teknisnya. Disitu saya menggunakan NodeJS x ExpressJS x PHP x SQLite3 agar tidak kalah dengan tim lain yang juga menggunakan pemrograman yang cukup unik-unik.

Selama presentasi, menurut saya sudah cukup baik. Namun entah kenapa setelah itu kami masih compare kami dengan tim lain. Singkatnya hingga saat akan pengumuman Rajesh dan Mentari tidak yakin kita akan masuk kedalam winner list. Namun saya tetap optimis, karena menurut saya secara sistem sudah bagus mengingat ini Hackathon. UI yang saya buat beserta backendnya sudah mumpuni untuk diikut sertakan walau saya sempat kualahan mengerjakan diwaktu yang sesingkat itu. Saya juga tidak tidur karena melihat tim lain yang ambis-ambis ditambah lagi tim saya yang lain tidur :). Tidak mungkin saya tidur juga, kalau saya tidur yang lain sudah jauh sedangkan saya mengerjakan teknis sendiri. Pastilah tidak akan selesai. Hingga waktu submission pun saya beda 2 menit dari deadline karena masih saya perbaiki dan tambahkan beberapa hal.



Akhirnya saat pengumuman dari mulai Juara 3, saya cukup optimis untuk mendapatkan peluang. Walau dimuka tim saya tidak ada optimis sama sekali. Saya hanya memberi semangat agar mereka tidak pupus, apalagi ada yang baru mengikuti kompetisi kali ini. Dan ketika diumumkan Juara 2, saya cukup lega dan sontak berdiri karena menurut saya tidak sia-sia saya kesini dan tidak tidur tadi. Hingga akhirnya kami kedepan, berbicang dengan tim GOJEK dan tiket.com setelah sesi. Tibalah kami pulang, dan kestasiun diposisi pukul 10.04 dan jadwal kereta kami 10.00. Yang berarti, kami tertinggal kereta. Padahal jam 9 Pagi saya ada jadwal UAS yang berarti saya harus mendapatkan tiket kereta. Beruntunglah ada kereta tambahan pukul 12.05 dan sampai pukul 09.00.

Kereta yang tepat waktu membuat saya harus bergegas ketika sampai di Yogyakarta langsung kekost tercinta dan mengambil kartu ujian untuk setelah itu ke ruang UAS. Tentu saja saya tidak banyak belajar dan terlambat beberapa menit. Beruntunglah saya masih dapat masuk dan mengerjakan UAS hingga selesai. Dengan jawaban yang tentunya mengarang indah sekali :) 

--------------------------------

Jakarta, 8 Juli 2019
Muhammad Ilham Rizki Karyanto

  • Share:

You Might Also Like

0 comments